Pengembangan diri adalah sebuah kegiatan dimana kegiatan tersebut dapat meningkatkan kepercayaan diri kita dalam menjalani masalah hidup,sehingga masalah tersebut dapat diselesaikan dengan baik dengan begitu kita dapat menjalani hidup sesuai dengan yang telah direncanakan dan diharapkan sebelumnya.
Apa yang perlu dikembangkan
Dalam melakukan pengembangan diri, kita memerlukan tolak ukur yang nyata dan aplikatif untuk mengetahui kemajuan dan perkembangan yang telah kita capai selama ini . Konsep Sharpening Our Concept and Tools (SHOOT) yang dikembangkan oleh Lembaga Manajemen Terapan Trustco berikut ini dapat kita jadikan sebagai contoh daftar aktivitas pengembangan diri.
1. Memperluas pengetahuan mengenai fakta situasional. Jangan bersikap tak acuh dengan lingkungan sekitar,berusahalah untuk peka terhadap keadaan
2. Menjalin hubungan dengan orang lain (melakukan hubungan Sosial)
3. Mengelola waktu secara efektif (tidak membuang-buang waktu)
4. Menjaga keaktualan pengetahuan agar tidak tertinggal dan relevan. Jangan malas mencari pengetahuan baru
5. Berlatih untuk mengumpulkan fakta dan membuat asumsi
6.Membuat jurnal pribadi dengan menggunakan catatan harian agar jadwal kita menjadi teratur.
Menentukan batas-batas kekuasaan dan otoritas yang kita miliki
1. Jelas agar kita dapat leluasa berkembang dalam pengembangan diri kita
2.Mendengarkan dengan seksama
3.Melakukan pengambilan keputusan dengan baik
4. Membiasakan membuat teknik perencanaan (planning) yang baik.
Beberapa hal berikut ini dapat menjadi bahan renungan kita:
Bicara adalah perkara mudah. Namun, hanya bicara yang diikuti oleh tindakan yang dapat membuat segalanya menjadi lebih baik.
• Anda tidak akan dapat mencapai kemajuan apabila selalu mengerjakan sesuatu dengan cara yang sama. Oleh karena, mengubah cara harus sering dilakukan meskipun dapat membuat anda merasa kurang nyaman.
• Anda harus berusaha menghentikan kebiasaan yang tidak baik dengan sungguh- sungguh.
• Semakin lama anda tenggelam dalam perilaku yang merugikan diri sendiri, semakin lama anda harus berjuang untuk menghentikannya.
• Menghindari tindakan yang anda kuatirkan akan gagal hanya dapat mengurangi kecemasan anda sementara. Dalam jangka panjang, penghindaran ini justru dapat berakibat buruk. Oleh karena itu lebih baik menghadapinya, ketimbang mengindar.
• Makin sering anda berfikir bahwa anda tidak berguna dan tidak berharga setelah mengalami kegagalan, semakin sulit anda mencapai keberhasilan.
• Kalau anda ingin menemukan kedamaian dan kegembiraan di dunia dan Insya Allah di surga nanti, atau ingin menjadi lebih baik, anda harus memaksa diri untuk melakukannya.
Oleh karena itu sangat tepat jika kita selalu berpegang pada pesan Nabi saw dalam hadits riwayat al-Bukhari, segala aktivitas ditentukan oleh niat dan seseorang akan menuai hasil aktivitasnya sesuai dengan niatnya. Niat itulah sebenarnya yang merupakan benih dari sikap diri sehingga perlu dijaga kesucian dan kekuatannya. Dengan demikian, niat dapat memberikan energi positif dalam pengembangan diri. Nabi juga bersabda bahwa sangatlah beruntung seseorang yang senatiasa menyibukkan diri dengan kekurangannya, ketimbang mengorek kekuarangan orang lain. (QS. Ali Imran: 110-194)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar